2/3/18

Trois

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Tiada maksud dinda perangai jauh
Masih dalam batas menyampai aksara yang tercekat
Tak mampu berucap sepetik kata untuk tuan secara langsung
Hanya secarik puisi yang tertuang karena sukma merindu
Apa gerangan yang buat dinda jatuh sejatuhnya gadis muda mencinta
Bukan maksud hati melangkah jauh
Mengharap tuan berbalik jua pun tak sampai kesana

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Ada yang berdebar disaat melihat tuan tersenyum,
Meski bukan senyum untuk dinda
Ada ribuan kupu-kupu menggelitik perut
Manakala tanpa sengaja bertemu pandang dengan tuan
Apa yang tuan telah perbuat kepada Dinda?
Hingga Dinda meringkuk jadi tawanan rasa disebut Cinta

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Tuan masih sibuk membaca buku bersampul biru ditangan
 Ah,,Dinda iri sekali pada buku itu
Tuan menggenggam nya begitu erat, menatapnya begitu intens
Sesekali tuan mengangguk seolah memahami hal baru dari buku itu
Tampak sekali tuan pemikir berat dari sampul buku bahasa rumit

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Iniliah sejumput aksara yang tak akan pernah tuan baca


Wanci, 3 September 2016

Main Ke Ternate wajib ke Danau Laguna, Di Desa Ngade

Sewaktu masih masih di bangku sekolah dasar hampir pada setiap mata pelajaran sejarah, Pulau Maluku tidak pernah absen dari bahan ajaran. Ini menandakan maluku memang sarat akan sejarah yang panjang, mereka memiliki pahlawan yang tangguh pada masa penjajahan seperti kisah heroik kapitan pattimura melawan belanda yang pernah kubaca di buku mata pelajaran IPS dan kisah sultan baabullah yang berhasil mengusir portugis dari Ternate dan baru-baru ini kuketahui saat perjalananku mengunjungi Kota Ternate, Maluku Utara.

Bercerita tentang Kota Ternate, mari bayangkan gambaran gunung dan laut yang mengisi setiap pelajaran seni rupa, seperti sudah template khusus saja menjadikannya patokan materi menggambar. Begitulah kira-kira kota ternate yang berupa pulau tak begitu luas dan dengan Kondisi topografi sebagian besar daerah bergunung dan berbukit, terdiri atas pulau vulkanis dan pulau karang dengan kondisi jenis tanah Rogusal. Untuk kekayaan alam kuacungkan jempol, Potensi wisata yang dimiliki seperti Pantai, Gunung dan Danau menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Ternate.

Mengenai asal mula namanya ini adalah dari Taranita yang berarti keras, dan boleh kukatakan meski cara berbicara masyarakat Ternate memang tegas namun perilaku mereka sangat sopan dan ramah bahkan bila pada wisatawan.

Pada kunjungan ke Ternate lalu, saya bersama 4 teman menginap di rumah keluarga teman, namanya Reza Pradhana, Neneknya ramah sekali, pagi pertama kami dihidangkan nasi kuning. Yah.. Memang yang namanya nasi kuning itu sudah jadi makanan khas di Ternate. Rasanya ? Behhh… jangan ditanya bung.. Dapse Kalise (permainan kata dari Sedap sekali) :D
Pokoknya nasi kuningnya itu khas banget. Karena ternate ini memang kaya rempah-rempah atau lidah mereka yang memang senang mengecap bumbu, untuk masalah rasa dan harga seporsi aku sih YES banget.

Diluar dari makanan khas yang mantap surantap ada daya tarik wisata wajib yang kalau kalian berkunjung ke Ternate tapi belum ke lokasi ini maka belum completed kunjungan kalian. Namanya Danau Laguna di Desa Ngade.

Lokasi danau ini cukup dekat dengan pantai tapi tidak menjadikan air danau ini menjadi tawar, dari atas kalian bisa meihat Pulau Tidore dan Pulau Maitara selain itu, beberapa aktivitas masyarakat disana menjadikan Danau Laguna sebagai tempat budidaya ikan sejenis gurame atau nila.

Bagi kalian yang ingin berkunjung dan melihat langsung Danau Laguna harus menempuh perjalanan selama setengah jam dari Bandara Baabullah. Gak jauh-jauh banget lah yah.. Pemandangan yang akan kalian dapat juga worthed tempatnya instagramable banget cocok buat kalian yang mau nambahin feeds instagram :D Untuk harga tiket masuk dewasa 5rb dan anak-anak 3rb dan Katanya sih biasanya buat foto disini itu harus antri, Well, lucky me Saat berkunjung ke Danau Laguna wisatawannya cuman sedikit hanya sepasang malahan, cuman ngantri 5 menit doang habis itu puas deh selama setengah jam disana mengambil gambar dan video. Anyways.. Kalian juga bisa liat video dibawah ini waktu kami exploring ternate salah satunya saat berkunjung ke Danau Laguna ini.


2/2/18

Deux

Sudah berapa lama kita berjauhan
Berpeluh padan dengan jiwa sendiri
Serupa sajak penghabisan
Tak ada lagi rima selaras
 Semenjak keputusan tuk berhenti pada titik
 Dan aku masih menggantung pada koma

Apakah rinai hujan masih mengingatkanmu pada kita
Karena aku begitu
 Bahkan suara gemerisik angin yang menyapu rindang pohon pekarangan
 Selalu saja mengantarku pada ingatan kamu

Tak ada yang berbeda, aku masih si pencinta hujan dan penakut petir
Bedanya tak ada lagi yang mau mendengar cerita hujan berikut  hariku
Tidak ada lagi yang menenangkan saat terguncangku pada gelegar guntur
Aku masih sama hanya beda pada caraku menjalani hari

07.25 AM 2 Feb 2017

2/1/18

Un

pernah merasa waktu terhenti pada satuan tarikh?
aku pernah..
itu adalah saat aku menatap matamu,
mata kecil bulu mata lentik

kau menghipnotis,
tanpa tepukan pundak atau dentengan jam
aku tak berkutik
dan diringi senyum berlesung pipi
aku beku sedetik

sopan santun perilaku
rangkai tutur kata baku
refleksi  ksatria  kuda putih
Kau tak kupuja tapi kupuji


Makassar, 00.00 PM, 01 Feb 2018