Haloo.. Karena ini
tulisan pertama jadi harus cerita yang spesial yah. Jadi, 3 Juli 2012 lalu Saya
dan seorang adik kelas mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa untuk
berkunjung ke Perth, Australia Barat. Amazing gak tuh? Apalagi untuk seorang
gadis anak rumahan yang rutinitasnya hanya sekolah-rumah-tempat les-rumah
setiap hari.
Jadi, pertama-tama
sebelum memulai cerita saya ingin berterima kasih kepada Sir Anjal for his
kindness and opportunity to me as the choosen one :D Gillaaa.. Waktu itu emak
gue bangga banget cuy!! Gue sampai jadi perbincangan tetangga se-RT. Hahahaa
Pertama kali
nginjekkin kaki diluar negeri rasanya pengen sujud aja.. Tapi jaga image doang,
banyak bule yang ngeliatin.. Dengan kalem nya saya turun dari garbarata masuk
ke imigrasi dicheckin benar-benar detail, tas dibuka karena kami bawa kue
oleh-oleh titipan untuk keluarga kepala sekolah yang tinggal disana juga. Terus
ditanyain ini ingredient-nya apa? Dengan
bahasa inggris pas-pasan saya jawab aja semampunya.. Flour, eggs, water, etc.. Sebenarnya yang saya takutkan
informasi dari internet Australia itu paling ketat masalah security check,
biasanya sampai ada anjing pitbull di Bandara, mengantisipasi ada bawaan
mencurigakan. Saya takut bukan karena mau bawa aneh-aneh, tapi takut sama anjingnya
kan malu aja gitu baru hari pertama udah bikin malu endonesaa hohoho
Jadi pukul 4 subuh
dini hari kami tiba tuh di Perth Internasional Airport, terus dijemput sama Pak
Ilham namanya orang maros,, anggota KKSS Perth, hampir disetiap negara ada KKSS
(Kelompok Kerukunan Sulawesi Selatan) jadi anggotanya itu yahhh orang sekampung
semuaa dari sulsel . Bapak guruku nyari info di Facebook, trus menyelinap
joined dalam grup https://www.facebook.com/KKSSWesternAustralia/
dan mengatakan kami akan berkunjung kesana dalam waktu dekat. Awalnya kami niat
pakai homestay. Ada di www.homestay.com
udah pesan malah, tapi mahal banget tolong.. Meski bukan pakai uang pribadi
tapi tetep yahh namanya endonesaa kalau ada yang lebih murah ambil jalur itu
dong. Jadi melalui bantuan KKSS kami sewa kamar dari kontrakan anggota KKSS,
dan cuman bayar semampunya. btw, waktu itu winter loh.. Gak sampai salju sih..
Tapi tetap lah jauh beda sama kampung saya di Bulukumba yang notabene nya
daerah pantai.
Di Perth saya
tinggal di Bunning street no. 3, 15 menit an ke Perth City naik Bus. di Rumah itu ada 5 orang yang tinggal, Pak Dino Rimanto dari Toraja, dia paling jago masuk, pemegang sabuk hitam dan kuliah S3 di Curtin University, trus ada Kak Rifaldi Alfi, orang makassar mahasiswa baru di Curtin University, Ada Pak Budi juga dari Makassar dan Pak Noval dan istrinya dari Wakatobi.
Oiaa ada
pengalaman lucu loh waktu disana.. Jadii… di H-3 pulang endonesaa saya dan
junior (eful) di challanged sama bapak guru untuk ke beberapa point yang sudah
ditentukan dan kami harus berusaha pergi kesana dengan waktu terbatas dan
jelass bahasa inggris yang lebih banyak menggunakan bahasa tubuh dibanding
ngomongnya :p di tiap bus ada nomornya di halte tapi tidak ada penjelasan
destinasi which is harus nanya dong.. Orang pertama yang kami tanyai adalah
bapak-bapak yang sedang lewat, sayangnya saya gagal memahami yang sih bapak ini
ceritain.. Ngomongnya emang gak jelas karena giginya ompong :( seriuss ini gak
bohong. Jadi kami sok iyee aja ngerti dan bilang terima kasih terus nanya ke
orang ke -2,, seorang tukang pipa yang sedang memperbaiki pipa didepan halaman
seseorang. Eksyusmi sirrr… I wanna ask you please.. Si junior saya bilang,
setelah dia ngangguk dan menghentikan kerjaannya,, dijelasin deh,, kita mau ke
Kingspark tapi gak tau busnya naik yg mana.. Trus tau gak si bapak tukang pipa
bilang apa "I am sorry, I never took a bus for 12 years.. I used to walk.
I don't know about that".. Seriously..
Sudah sejam kami
mondar-mandir tapi belum dapat info yang pas. Dan pada akhirnya kami memutuskan
memberhentikan setiap bus yang lewat di halte dan bertanya "Is it the
right bus to kings park?" sampai ada yang nge-iyain.. Terus ternyata itu
gak direct, jadi kami singgah di Victoria park trus pindah bus gitu.. Dari situ
lega banget akhirnya sampai di Kingspark, kita lari-lari hujanan seru juga
sih.. Tiba-tiba di bapak guru telpon, ternyata meeting point kita pindah ke
Perth Council.. Dengan ke-sok-pintaran-part-2 akhirnya kami berhentiin lagi
tiap bus yang lewat hingga kami berhasil tiba di sana.. What an amazing
experiece.. Ps. Waktu itu ramadhan loh.. Capek-capekkan jalan 7 km ditengah
winter gak berasa sama sekali. Pas pulang ke rumah baru terasa banget capeknya,
kakiku sampai kaku gak bisa di ajak jalan besoknya. Jadi besoknya kami cuman ke
Perpustakaan saja. Padahal gak baca-baca, cuman mau lia-liat sama nikmatin
penghangat ruangan karena diluar sedang 15 derajat celcius sedikit berangin.
Segini dulu, Next
post saya mau nyeritain tempat wisatanya deh.. Tunggu kelanjutannya yahhhhhh~