3/4/17

Talking to the moon..


source : myfotolog.tumblr.com

Malam ini langit sedang cerahnya, tidak seperti kemarin berhias altocumulus. Aku sedang duduk sila di tingkat dua ranjang susun asrama kamar paling ujung, mengetik beberapa paragraph karena masih terjaga. Sesekali angin malam tipis-tipis merajuk masuk lewat ventilasi menyapu pipiku lembut. Dia seperti menarikku keluar untuk menikmati beberapa gugusan rasi bintang yang sedikit tampak dari tempatku beranjak saat ini. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan, ayalnya bibirku kelu jika hanya bercerita pada teman sekamar. Ahh.. aku tak begitu hebat berbasa-basi. Sepertinya aku harus mempelajari tutorial bicara pada manusia terlebih dulu. Terkadang ketika sekelompok kawan asik berbincang aku lebih tertarik dengan laptop dan lantunan instrumen pianis Joe Hisaishi kadang juga Yiruma dibalik earphone yang selalu kukenakan.

Akhir-akhir ini aku lebih produktif menulis, mencoba mempelajari beberapa kosa kata baru setidaknya kalau aku payah dalam komunikasi verbal masih lebih baik dalam bait tulisan.
Dan lagi ada seseorang yang sedang ku gelisahi sedari tadi, stalking singkat bisa membuat gelisahku selarut ini. Harusnya tak usah lagi ku intip timeline nya, namun sosok nya benar-benar membuatku penasaran, aku tak 'terlalu jauh' mengenalinya, hanya sekedar membaca apa yang kulihat, entah selebihnya bagaimana. Ketahuilah aku senang menerka-nerka seolah mampu membaca pola pikir seseorang. Dia dan segala macam hal yang ada di otaknya itu benar-benar ingin kuselami , untuk kubaca tanpa jeda sepersekian detik. Aku tak begitu akrab, karena memang tidak begitu hebat dalam mengakrabi seseorang. Pun aku tak berusaha , menjadi agresif hanya karena rasa penasaranku.-- well yeah.. Introverted

Aku tak begitu sering bercakap dengannya, jikapun terjadi hanya beberapa percakapan formal dengan bahasa kaku yang lagi-lagi aku gugup karenanya. Semoga dia tidak mendengar suara bising berkecamuk yang di ciptakan aku dan diriku di dalam otakku sana. Dan lagi berkali-kali merutuki tingkah bodohku ketika gugup.

Masih tentang dia dan senyumnya yang tak bisa kuartikan, berbeda dengan orang lain yang senang bila berpapasan dengan orang yang dia sukai. aku berbeda! Lebih etis bagiku melihatnya dari jauh atau hanya punggungnya dibanding berpapasan dan bertemu pandang, aku tak pandai merangkai kata dan lagi aku takut dia hanya berjalan lurus dan mengabaikan hadirku. Namun kuakui aku selalu nyaman berbincang dengannya, ada suatu momentum yang pernah memaksaku berbincang lama, oke hanya beberapa kalimat selebihnya hanya kecanggungan. Malam itu di kotak kaku, Ah sudahlah,, aku tak ingin melanjutkannya, pipiku bersemu. >_<

Malam semakin larut, lolongan anjing baru saja menyadarkanku. Kalau bercerita tentang dia sepertinya tak akan habis hingga subuh nanti. Baiklah aku harus terlelap, biar kupaksa saja mata ini. Dari pada kuturuti maunya untuk tetap terjaga.

#Note : Sesungguhnya ini hanya fiksi, I'm trying to be romantic LOL :D

3/3/17

Society's standard of Beauty (EN)




Since a long long time ago, People already have a common mindset that is created in society that a good looking face, a perfect curved body, A pure skin and A pretty smile are the main traits to be attractive. But Isn't true?

If you were to go to any store down the street and pick up any woman's magazine, you will probably describe the same kind of woman on every magazine cover. In today's society, there is a standard on what it means to be beautiful and attractive as a woman. We all know, we've all seen the magazine covers, the advertise, the women who do catwalk.

Do they even wonder how many woman fall into insecurities because that statement.. The society's standard people made about. It's sad to know how young girls grow up in out society thinking they can never be good enough based off physical traits. Always comparing yourself, wishing you could look like your role mode. For example the selebgram influenced.

most of women, including me feel insecure easily about how I look. Just like how you met people who have been a long time never met again and all they noticed first like 'Why are you so skinny? Why does your skin getting darker? The feeling of not being good enough haunts me, that flaws makes me insecure.. everyday.

I realize if that is bad. But, it just difficult to changed our mindset. imperfections should not to be stressed over so much. This comes with confidence as well. If insecurity is in your heart, you will always be putting others down. One thing you need to remember, you are perfect in your own imperfections. Nobody can be you, and we are all unique and beautiful in our own way. Just be happy with everything, because in the end, beauty will fades, and happiness is all that matters. In other words don’t ruin your beauty by revealing too much. By holding yourself to a higher standard, you won’t set yourself up to be treated like an object, Once again, I wanted to say ‘you are perfect in our own imperfections.’

I've watched random video on youtube about How the Blindcolour people finally could see colour for the first time in their life, How the deaf could hear for the first time. And another video that makes me tears and be grateful . How truly beauty define ? I believe that true beauty does not come from the outside but instead is based on the inside. A woman’s beauty comes from her character. A woman’s strength, dignity, and confidence are what should define beauty. A warming heart and cared with the other people is truly beauty person. So let’s stay beauty as the good hearted person <3

Bonus Video :



this is my second day on #writingproject #10harimenuliscerita . Today I took this topic to remind you what truly beauty define and how common mindset that I totally disagree about the beauty trend in this era.

3/2/17

Mager Victim

' trying to be more productive on blogging

Mager itu singkatan dari kata Malas Gerak, Sebagaimana trend anak muda jaman sekarang yang dikit-dikit 'mager'. Karena berbagai macam alasan, salah satu dan paling banyak alasannya adalah karena sedang mantengin sosial media. Bukan berarti aku bukan termasuk kalangan generasi mager jaman sekarang, tetapi melalui tulisan ini semoga bisa menyadarkan kita semua (terutama aku sendiri) untuk tidak di perbudak rasa malas.
Malas ini sebenarnya sebuah penyakit mental, Siapapun makhluk yang bernafas pasti pernah diliputi rasa Mager.
Salah satu pendapat dari Edy Zaqeus bahwasanya,

"Rasa malas dapat diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan, masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban dll."

Mager membuat seseorang menjadi kurang produktif, contoh simplenya move on dari kasur saat bangun pagi. Aku pun menyadari mager untuk yang satu itu sangat sulit untuk dilawan.  Tapi bahayanya sifat mager ini kalau tidak diubah bisa menjadi sebuah penyakit kronis, karena menjadi kebiasaan. Di era ini kita dimanjakan dengan fasilitas akses kemudahan yang serba instan, mager masak bisa delivery, mager ke perpus kerja tugas bisa tinggal copy-paste internet. Semua fasilitas itu yang mendorong kita berperilaku mager. Seseorang menjadi mager karena disebabkan tidak adanya motivasi yang kuat setiap kali akan memulai mengerjakan sesuatu, oleh karena itu perlu bagi para generasi mager untuk mengatasi penyakit tersebut.
Caranya adalah dengan membiasakan diri bersikap rajin dan semangat, selain itu sosial media juga menjadi masalah utama, bayangkan waktu yang dihabiskan untuk mengecheck timeline  dalam waktu sehari saja. Dan bagaimana jika waktu yang berharga tersebut digunakan untuk melakukan sesuatu yang lebih produktif seperti mempelajari suatu hal yang baru, berolahraga atau berinovasi mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.  Padahal, sebenarnya dari seluruh waktu dalam 24 jam manusia dituntut setidaknya 16 jam untuk aktif, termasuk melakukan olahraga. Baru sisanya yakni 8 jam untuk tidak bergerak pada saat tidur. Jadi untuk mendapatkan hidup sehat kita dituntut untuk memiliki waktu bergerak lebih banyak dibanding berdiam diri.

Sifat mager ini tentunya seperti wabah yang sangat bahaya yang memakan banyak korban terutama remaja, kalangan pelajar sampai mahasiswa. Karena mager seorang mahasiswa sampai menunda-nunda mengerjakan skripsinya, kasus yang sama dengan pelajar yang mager dari kasur sampai telat datang kesekolah. Karena mager, seorang anak membantah orang tuanya ketika disuruh mengerjakan sesuatu, seorang karyawan mager mengerjakan tugas dari atasan hingga pekerjaannya menumpuk, membuatnya jadi harus extra kerja keras, hingga jatuh sakit . seorang istri karena mager memasak dan mengurus rumah sampai suami dan anaknya tidak makan dan terurus dengan baik dan kurang mendapatkan perhatian seutuhnya. Sekali lagi mager victim ini sudah banyak sekali dan terus bertambah.

Ayo gunakan waktu sebaik-baiknya dengan lebih produktif,buat segalanya lebih terorganisir dengan membuat 'to-do list', Jika ingin mager ingat kembali akan berimbas kepada siapakah efeknya, jika hal itu dapat merugikan orang lain, jangan sampai malas menguasai diri dan jika itu merugikan diri kita sendiri, maka keputusan ada ditangan kita, maukah kita membuat waktu berharga yang tidak bisa diulang kembali?  Mager juga bisa mengancam cita-cita.  kalau mau mager cukup di hari minggu saja yang dijuliki sebagai hari mager sedunia :D selebihnya Let's make a move !!

"Jadi, guys... Tulisan ini sebenarnya adalah permulaan dari #writingproject #10harimenuliscerita bukan dalam kompetisi apa-apa sih, tapi sebagai motivasi untuk tidak menjadi Mager Victim dan mengasah kemampuan menulis saja. bagi teman-teman yang mau ikutan, let's write something !! #StopMager"