![]() |
| source : myfotolog.tumblr.com |
Malam ini langit
sedang cerahnya, tidak seperti kemarin berhias altocumulus. Aku sedang duduk sila di tingkat dua ranjang susun
asrama kamar paling ujung, mengetik beberapa paragraph karena masih terjaga.
Sesekali angin malam tipis-tipis merajuk masuk lewat ventilasi menyapu pipiku
lembut. Dia seperti menarikku keluar untuk menikmati beberapa gugusan rasi
bintang yang sedikit tampak dari tempatku beranjak saat ini. Ada banyak hal
yang ingin kuceritakan, ayalnya bibirku kelu jika hanya bercerita pada teman
sekamar. Ahh.. aku tak begitu hebat berbasa-basi. Sepertinya aku harus mempelajari
tutorial bicara pada manusia terlebih dulu. Terkadang ketika sekelompok kawan
asik berbincang aku lebih tertarik dengan laptop dan lantunan instrumen pianis
Joe Hisaishi kadang juga Yiruma dibalik earphone yang selalu kukenakan.
Akhir-akhir ini aku
lebih produktif menulis, mencoba mempelajari beberapa kosa kata baru setidaknya
kalau aku payah dalam komunikasi verbal masih lebih baik dalam bait tulisan.
Dan lagi ada
seseorang yang sedang ku gelisahi sedari tadi, stalking
singkat bisa membuat gelisahku selarut ini. Harusnya tak usah lagi ku intip timeline nya, namun sosok nya benar-benar
membuatku penasaran, aku tak 'terlalu jauh' mengenalinya, hanya sekedar membaca apa
yang kulihat, entah selebihnya bagaimana. Ketahuilah aku senang menerka-nerka
seolah mampu membaca pola pikir seseorang. Dia dan segala macam hal yang ada di
otaknya itu benar-benar ingin kuselami , untuk kubaca tanpa jeda sepersekian
detik. Aku tak begitu akrab, karena memang tidak begitu hebat dalam mengakrabi
seseorang. Pun aku tak berusaha , menjadi agresif hanya karena rasa
penasaranku.-- well yeah.. Introverted
Aku tak begitu
sering bercakap dengannya, jikapun terjadi hanya beberapa percakapan formal
dengan bahasa kaku yang lagi-lagi aku gugup karenanya. Semoga dia tidak
mendengar suara bising berkecamuk yang di ciptakan aku dan diriku di dalam
otakku sana. Dan lagi berkali-kali merutuki tingkah bodohku ketika gugup.
Masih tentang dia
dan senyumnya yang tak bisa kuartikan, berbeda dengan orang lain yang senang
bila berpapasan dengan orang yang dia sukai. aku berbeda! Lebih etis bagiku
melihatnya dari jauh atau hanya punggungnya dibanding berpapasan dan bertemu
pandang, aku tak pandai merangkai kata dan lagi aku takut dia hanya berjalan
lurus dan mengabaikan hadirku. Namun kuakui aku selalu nyaman berbincang
dengannya, ada suatu momentum yang pernah memaksaku berbincang lama, oke hanya
beberapa kalimat selebihnya hanya kecanggungan. Malam itu di kotak kaku, Ah
sudahlah,, aku tak ingin melanjutkannya, pipiku bersemu. >_<
Malam
semakin larut, lolongan anjing baru saja menyadarkanku. Kalau bercerita tentang
dia sepertinya tak akan habis hingga subuh nanti. Baiklah aku harus terlelap,
biar kupaksa saja mata ini. Dari pada kuturuti maunya untuk tetap terjaga.
#Note : Sesungguhnya ini hanya fiksi, I'm trying to be romantic LOL :D
#Note : Sesungguhnya ini hanya fiksi, I'm trying to be romantic LOL :D

No comments:
Post a Comment