Ohey.. Rifka is back!!
Sepertinya saya harus
lebih rajin mengulas perjalanan selama intership
program di Wakatobi, sekarang tersisa 2 bulan lagi, rindu yang beranak-pinak
ini akan segera terobati. Wait me home
Momma, Daddy, Sistaa :*
Saya tipikal orang yang
selalu ingin mengabadikan momen lewat
foto, video dan tulisan. Mungkin salah satu alasannya karena saya pelupa,
meskipun kenangan berharga pastinya tidak terlupakan semudah menghilangkan noda
membandel dengan rinso :D tapi tidakkah pepatah latin kuno favorit saya
“Vorba Valent, Scripta manent”
yang artinya "Apa yang dikatakan, akan segera lenyap.
Apa yang tertulis akan menjadi abadi",. Begitupun dengan pengalaman, kalau
hanya di rasakan tanpa di abadikan melalui tulisan atau gambar digital akan
mudah terlupakan, memang benar
adanya.
Sebulan ini saya
kurang sekali melakukan perjalanan, Bukan
waktu yang sangat minim untuk berkelana, tapi seorang 'teman pemandu' untuk menemani. biar kesannya nggak sendiri aja gitu.. apalagi belum terlalu fasih berkendara sendiri.
Jadi, saat itu di tengah lamunanku
kala rasa benar ingin jelajah menyeruak, seorang kawan dari perkuliahan yang
sama hanya berbeda jurusan yang ku ketahui keberadaannya ternyata di tempat
magang yang sama denganku kala tak sengaja berjumpa di pasar ikan sore itu,
meng-text dan mengajakku explore one day trip bareng.. benar serasa ada yang
menghilangkan dahaga kelanaku.
Sabtu itu, langit
wangi-wangi memang sedang mendung. Tapi tentu hal sekecil itu tak akan menyulut
kobaran semangat kelanaku. Saya dan kawan dari kampus yang sama, namanya Inmas
yang kebetulan dan ternyata magang di Resort Patuno, sekitaran Wangi-wangi. It has been 3 months dan saya baru tau
karena pertemuan di pasar itu :D
Ada beberapa View point umum yang kami kunjungi saat
itu, Wakatobi tak sekedar pantai loh kawan. Saya tidak ingin basa-basi terlalu
panjang, tapi mungkin ini juga bisa jadi referensi untuk readers yang sedang membuat perencanaan untuk mengunjungi Wakatobi
khususnya Wangi-wangi.
1. Permandian Kontamale
Di
kawasan permandian ini airnya jernih dan segar sekali, tempatnya serupa goa di
tengah kota, (tapi nggak kota banget juga sih). Kedalamannya agak lumayan untuk
anak kecil, kalau dewasa saya rasa pas lah bagi yang bisa berenang. Pada saat
weekend tempat ini akan ramai dikunjungi semua usia.
Sebelumnya
saya sudah pernah ke toliamba tapi hanya di patung lumba-lumba, padahal ada
pemandangan yang lebih indah lagi dimana mata bisa lebih puas melihat
pemandangan wangi-wangi dan pulau sekitarannya dari puncak toliamba, yaitu di
tulisan Toliamba Wakatobi. 2 minggu lalu tulisannya masih lengkap, entah
mengapa kemarin itu hilang 3 huruf. Mungkin pengaruh angin kencang semalam.
3. Pantai Cemara
Seperti
namanya disana memang ada pohon cemara walaupun lebih dominan pohon kelapa,
yang penting ada :D, Pasirnya putih sekali, mengingatkan saya pada kampung
halaman Pantai Tanjung Bira. Ada beberapa gasebo yang di bangun, di depan
pantai ada bangunan DCDC Wakatobi, sebuah dive company yang belum lama berdiri.
Jadi setelah lihat lautnya tiba-tiba keingin nyelam/dive jadi gampang !
Seperti
mercusuar pada umumnya, salah satu favorit remaja disana untuk berselfie ria
dengan Wide Lense camera action berlatarkan lautan biru berbaur hijau
pepohonan rindang pulau wangi-wangi. Yang kurang adalah aksesibilitas menuju
lokasi yang berbatu. Masalah lainnya adalah karena mercusuarnya waktu saya ke
sana sedang di tutup karena suatu hal. Tapi, jangan khawatir, pemandangan dari
bawah mercusuar juga tidak kalah menarik kok!
Dan
tujuan terakhir perjalanan sabtu siang itu adalah di Patuno resort (tempat
magang teman saya itu), Patuno resort ini menjadi salah satu best accomodation bagi wisatawan yang berkunjung,
dengan pemandangan laut di depan restoran dan ada pulau kecil yang hampir menyerupai
hati di tengah laut dekat dari bibir pantai.
![]() |
| My One day trip Partner in Wakatobi, Inmas Safei. |
Sekian
dulu untuk postingan hari ini, jari jemari lentik ini sudah lelah, hehe See you on my next trip.


