11/2/13

Pertama Kali Keluar Negeri, Perth, Western Australia


Haloo.. Karena ini tulisan pertama jadi harus cerita yang spesial yah. Jadi, 3 Juli 2012 lalu Saya dan seorang adik kelas mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa untuk berkunjung ke Perth, Australia Barat. Amazing gak tuh? Apalagi untuk seorang gadis anak rumahan yang rutinitasnya hanya sekolah-rumah-tempat les-rumah setiap hari.
Jadi, pertama-tama sebelum memulai cerita saya ingin berterima kasih kepada Sir Anjal for his kindness and opportunity to me as the choosen one :D Gillaaa.. Waktu itu emak gue bangga banget cuy!! Gue sampai jadi perbincangan tetangga se-RT. Hahahaa

Pertama kali nginjekkin kaki diluar negeri rasanya pengen sujud aja.. Tapi jaga image doang, banyak bule yang ngeliatin.. Dengan kalem nya saya turun dari garbarata masuk ke imigrasi dicheckin benar-benar detail, tas dibuka karena kami bawa kue oleh-oleh titipan untuk keluarga kepala sekolah yang tinggal disana juga. Terus ditanyain ini ingredient-nya apa? Dengan bahasa inggris pas-pasan saya jawab aja semampunya.. Flour, eggs, water, etc.. Sebenarnya yang saya takutkan informasi dari internet Australia itu paling ketat masalah security check, biasanya sampai ada anjing pitbull di Bandara, mengantisipasi ada bawaan mencurigakan. Saya takut bukan karena mau bawa aneh-aneh, tapi takut sama anjingnya kan malu aja gitu baru hari pertama udah bikin malu endonesaa hohoho

Jadi pukul 4 subuh dini hari kami tiba tuh di Perth Internasional Airport, terus dijemput sama Pak Ilham namanya orang maros,, anggota KKSS Perth, hampir disetiap negara ada KKSS (Kelompok Kerukunan Sulawesi Selatan) jadi anggotanya itu yahhh orang sekampung semuaa dari sulsel . Bapak guruku nyari info di Facebook, trus menyelinap joined dalam grup https://www.facebook.com/KKSSWesternAustralia/ dan mengatakan kami akan berkunjung kesana dalam waktu dekat. Awalnya kami niat pakai homestay. Ada di www.homestay.com udah pesan malah, tapi mahal banget tolong.. Meski bukan pakai uang pribadi tapi tetep yahh namanya endonesaa kalau ada yang lebih murah ambil jalur itu dong. Jadi melalui bantuan KKSS kami sewa kamar dari kontrakan anggota KKSS, dan cuman bayar semampunya. btw, waktu itu winter loh.. Gak sampai salju sih.. Tapi tetap lah jauh beda sama kampung saya di Bulukumba yang notabene nya daerah pantai.

Di Perth saya tinggal di Bunning street no. 3, 15 menit an ke Perth City naik Bus. di Rumah itu ada 5 orang yang tinggal, Pak Dino Rimanto dari Toraja, dia paling jago masuk, pemegang sabuk hitam dan kuliah S3 di Curtin University, trus ada Kak Rifaldi Alfi, orang makassar mahasiswa baru di Curtin University, Ada Pak Budi juga dari Makassar dan Pak Noval dan istrinya dari Wakatobi. 

 Oiaa ada pengalaman lucu loh waktu disana.. Jadii… di H-3 pulang endonesaa saya dan junior (eful) di challanged sama bapak guru untuk ke beberapa point yang sudah ditentukan dan kami harus berusaha pergi kesana dengan waktu terbatas dan jelass bahasa inggris yang lebih banyak menggunakan bahasa tubuh dibanding ngomongnya :p di tiap bus ada nomornya di halte tapi tidak ada penjelasan destinasi which is harus nanya dong.. Orang pertama yang kami tanyai adalah bapak-bapak yang sedang lewat, sayangnya saya gagal memahami yang sih bapak ini ceritain.. Ngomongnya emang gak jelas karena giginya ompong :( seriuss ini gak bohong. Jadi kami sok iyee aja ngerti dan bilang terima kasih terus nanya ke orang ke -2,, seorang tukang pipa yang sedang memperbaiki pipa didepan halaman seseorang. Eksyusmi sirrr… I wanna ask you please.. Si junior saya bilang, setelah dia ngangguk dan menghentikan kerjaannya,, dijelasin deh,, kita mau ke Kingspark tapi gak tau busnya naik yg mana.. Trus tau gak si bapak tukang pipa bilang apa "I am sorry, I never took a bus for 12 years.. I used to walk. I don't know about that".. Seriously..

Sudah sejam kami mondar-mandir tapi belum dapat info yang pas. Dan pada akhirnya kami memutuskan memberhentikan setiap bus yang lewat di halte dan bertanya "Is it the right bus to kings park?" sampai ada yang nge-iyain.. Terus ternyata itu gak direct, jadi kami singgah di Victoria park trus pindah bus gitu.. Dari situ lega banget akhirnya sampai di Kingspark, kita lari-lari hujanan seru juga sih.. Tiba-tiba di bapak guru telpon, ternyata meeting point kita pindah ke Perth Council.. Dengan ke-sok-pintaran-part-2 akhirnya kami berhentiin lagi tiap bus yang lewat hingga kami berhasil tiba di sana.. What an amazing experiece.. Ps. Waktu itu ramadhan loh.. Capek-capekkan jalan 7 km ditengah winter gak berasa sama sekali. Pas pulang ke rumah baru terasa banget capeknya, kakiku sampai kaku gak bisa di ajak jalan besoknya. Jadi besoknya kami cuman ke Perpustakaan saja. Padahal gak baca-baca, cuman mau lia-liat sama nikmatin penghangat ruangan karena diluar sedang 15 derajat celcius sedikit berangin.
Segini dulu, Next post saya mau nyeritain tempat wisatanya deh.. Tunggu kelanjutannya yahhhhhh~