![]() |
| View point dari dataran tinggi di Desa Liya Togo |
Desa
Wisata Liya togo terletak di desa Liya Raya, Kecamatan Wangi-wangi Selatan,
Kabupaten Wakatobi. Dengan luas desa +
6.640 ha, berjarak + 10 km dari pusat ibukota Wakatobi, Pulau Wangi-Wangi, dan berjarak + 8 km dari Bandara
Matahora. Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh dengan transportasi taksi
bandara atau menyewa motor dengan harga 50.000/hari. Desa ini merupakan salah
satu jejak sejarah kesultanan Buton di wakatobi dalam penyebaran islam. Hingga beberapa budaya yang dimiliki Desa Liya memiliki pengaruh dari Budaya Wolio di Buton seperti tatanan hidup bermasyarakat, pakaian adat, gelar kebangsawanan, dan beberapa upacara adat yang
rutin dilaksanakan tiap tahun. Hanya beberapa dan tetap ada budaya asli yang
memang hanya dimiliki oleh masyarakat Liya.
![]() |
| Masyarakatnya ramah, anak kecilnya lucu-lucu dan hobi difoto :D |
Pola
masyarakat yang masih kental budaya sekaligus beberapa daya tarik wisata alam
dan sejarah panjang yang terdapat di desa liya adalah nilai plus menjadikannya
salah satu main option destinasi kunjungan saat berada di Wakatobi. Desa Wisata Liya Togo memiliki kelompok pengelola pariwisata yang berusaha merangkul
semua pihak dalam mendukung pariwisata di daerah ini dengan nama KEPPO’OLI
(Kelompok Pengelola Pariwisata Liya Togo) yang dibentuk pada tahun 2011.
Desa Liya
togo ini adalah sebuah benteng besar yang dibangun
saat pemerintahan Meantuu Liya ke-12, La
Ode Ali di benteng ini terdapat beberapa
Lawa (berupa pintu penguhung) disetiap pintu masuk Benteng di setiap lapisnya. Dulunya di beberapa Lawa ditempatkan masing-masing sebuah meriam
besar yang mengarah ke luar benteng. Benteng Liya pernah ditetapkan sebagai pusat pertahanan Kesultanan Buton di
wilayah timur yang berhadapan langsung dengan laut Banda yang rawan bajak laut Di samping itu, Benteng Liya juga mengawasi
Barata Kaledupa yang tidak jauh letaknya dengan Wilayah Liya yang
dapat terlihat dari atas Ponto lange yang terletak di Benteng lapis ketiga dan dahulunya
merupakan pos jaga untuk mengawasi musuh yang masuk melalui wilayah timur dan utara.
| Benteng Keraton Liya |
Pusat dari benteng ini terletak di
tanah lapang di daerah tinggi tidak jauh dari pintu gerbang bertuliskan ‘selamat
datang di Desa Liya Togo’, Lapangan ini sering menjadi tempat penyelenggaran
budaya atau upacara adat, dan juga terdapat sebuah Mesjid Liya (Mubarak), yang
berhadapan dengan sebuah Baruga sebagai tempat pertemuan adat untuk memutuskan
setiap kebijakan pada kehidupan keraton. Mesjid Mubarak ini adalah mesjid tua yang dibangun pada tahun 1546
setelah 8 tahun dilantiknya Sultan Buton pertama 4 tahun Liya resmi bergabung
menjadi bagian Kesultanan Buton. Proses
pembuatannya pun unik yakni dari susunan batu karang dengan Bahan perekat
dari kapur dan putih telur ayam. Lalu disisi
lapangan terdapat beberapa pohon kamboja besar dengan batangnya meliuk kearah
tengah lapangan, pohon tua ini seolah menjadi
saksi sejarah liya togo dimasa lampau.
*****
“Nah.. kalau kalian tertarik ke Wakatobi dan ingin mengunjungi Desa Wisata Liya Togo bisa kontak langsung ketua KEPPO OLI (Kelompok Pariwisata Liya Togo) Bu Mursidah 0822-1674-1278 atau Pak Alif 0819-9546-004 untuk mengelola perjalanan kalian selama di Desa Wisata Liya togo agar lebih berkesan dan menyeluruh agar lebih terasa nuansa desa wisatanya :D”

