8/25/16

Though ; R. City and Adam Levine - Mengunci hatiku

“If I got locked away
Jika aku mengunci hatiku
And we lost it all today
Dan kita kehilangan semuanya hari ini
Tell me honestly, would you still love me the same?
Katakan dengan jujur, apakah kamu masih akan mencintaiku sama seperti hari ini?
If I showed you my flaws
Jika aku Menunjukkan kamu kekuranganku
If I couldn't be strong
Jika aku tidak lagi sekuat sekarang
Tell me honestly, would you still love me the same?
Katakan dengan jujur, apakah kamu masih akan mencintaiku dengan sama?

Will you? Will you? Will you?? Akan ada masanya dia yang nyaman bersamamu saat ini lambat laun hilang bersama kekuranganmu,kekayaanmu, Parasmu.. “Habis manis Sepah Di Buang” Begitulah ungkapan yang sesuai dengan semua kenyataan itu. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan menemukan seseorang yang would spend her/his life with you..even if you have nothing. Tapi yakin kah begitu ? I mean, Will She/He accepted your flaws?

Tidak perlu berjanji sehidup semati,dan ketika takdir mengatur semuanya you will surprised how the feeling you/he/she had change by the time flies. Well..I wish you are not. Just remind to not say any promises. And the long long long time later, you became the promises breaker.(?) Please You don’t. Siap kah dirimu untuk hal yang tak terduga ?
Dan jangan sampai kita mencintai seseorang karena kelebihan yang di milikinya, kekayaannya, paras wajahnya. . Kelak ketika kelebihan itu hilang, kau akan kebingungan Apa alasan lain untuk mu masih mencintainya?

Lantas apa yang harusnya kita pahami ketika akan mencintai atau dicintai seseorang? Yakinkah dia yang mencintaimu saat ini masih akan mencintaimu 50 tahun nanti? Seperti kata Rafi dan Yuni-Sekarang atau lima puluh tahun lagi..ku masih akan tetap mencintaimu. And See? Belum juga 5 tahun sudah berubah lisan dan menikah dengan Gigi ( Wait..! kok gue malah Infotaiment -,-) huh!
Well.. guys, aku tidak bermaksud membuat kalian bingung dan menjadi ragu akan pasangan kalian. I am just in love with this song. Nggak galau sih tapi hanyut sama liriknya :D 
 
Kalau itu cinta sejati mau bagaimanapun nanti tetap akan cinta yg sama kok, no worries :*

daannnn....... I love this cover version btw~


8/22/16

Grumble

It's been a long time for me to post something. Today negative though just push on. I've a big things that hold me so hard these few days. I am stressed out, it's not because I don't like my current place. I love so much, I love every staff that so humble and Open-minded, Their smart-though, Friendly and Energic. as I said, They such a great personality. The last intern was same. He is  a good person Pak Noval said He is define 'Bagus' as a young man.
That should be motivate me to produce good things. Yes! It should be like that.
But as far as my 16 days (count by the day I wrote this) I haven't make any progress. I am too introvert, I am afraid people hate me. I can't blend with this new situation.
I can't be as good as HIM, the last intern. I've try so hard to be extrovert, Trying to speak more, well at least I feel awkward to find a real words. When we discussed on cassual time. Just such a fun hang out where the Smile, laugh and a lot story. I will be the one who sitting on the corner without saying a words just following other people's expression, I really want to cry. The feeling like this just burry me to the deepest. Everyday just the same. I woke up every morning and said 'I will be extrovert and speaking more, I believe I could blend with these super staff'. And guess the whole day still the same as the last day. And I ended up on the bed with the tears, pulling out my self because i am just a stupid girl.

8/11/16

Trip; Mengintip Kehidupan dan Upacara Tradisional Penyembuhan Suku Bajo

Teriknya matahari siang itu tidak mememundurkan niat Saya, Mbak Chella, Mbak Putri dan Ibu Ivonuntuk mengejar prosesi Upacara Duata di Kampung Boja Mola, Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi.
Saat itu jam telah menunjukkan pukul 15.00, Dua pasang motor menyusuri gang sempit perkampungan Bajo Mola.
Bajo Mola adalah salah satu perkampungan pengembara laut yang tersebar di beberapa daerah, Orang Bajo atau Bajjau yang menghabiskan hidupnya dengan membangun rumah diatas laut dan mengandalkan kapal kecil sebagai  sarana transportasi mereka. Begitupun dengan mata pencaharian tentu saja dengan mengandalkan hasil tangkapan laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun perkampungan Bajo Mola ini adalah yang paling dekat dengan darat, sehingga kehidupan mereka sebagian sudah terkontaminasi oleh modernisasi. Bisa dilihat di beberapa rumah bajo mola ini sudah banyak yang menggunakan semen sebagai fondasi rumah mereka.
 
Setibanya di lokasi Upacara adat telah di mulai
Setelah 10 menit memutari perkampungan tersebut, berbekal informasi dari salah satu masyarakat disana, akhirnya kami mampu mengejar kapal yang membawa para penari.
Begitu sampai di lokasi, ternyata upacara tersebut telah berjalan sejak setengah jam yang lalu, beberapa penari manis dengan pakaiaan daerah menarikkan tarian memutari kapal diiringi oleh tabuhan gendang.
Prosesi Upacara adat Duata adalah ritual penyembuhan untuk masyarakat bajo yang menderita sakit keras dan sudah lama tidak kunjung sembuh, bahkan dengan pengobatan medis masih belum tersembuhkan.  Upacara adat di pimpin seorang tokoh adat yang telah biasa mengadakan upacara serupa. Asal nama Prosesi Upacara Adat ini sendiri berasal dari Duata yang berarti Dewata.

Dari sumber yang saya dapat, Prosesi Upacara Duata ini telah berlangsung turun temurun dan masih di lestarikan hingga saat ini, Konon setiap kelahiran anak dari masyarakat bajo bersamaan dengan kelahiran kembarannya yang hidup di laut. Jadi apabila ada yang menderita sakit berarti kembarannya mengambil seluruh semangat hidup yang dimiliki, sehingga terjadi ketidak stabilan sepasang kehidupan.
Menurut cerita porosesi ini dilakukan untuk memberi makan saudara kembar si sakit yang berada di laut. Dalam kehidupan masyarakat bajo mempercayai bahwa setiap kelahiran anak pasti bersama kembaran yang langsung hidup di laut. Dan begitulah mengaa upacara adat ini dilaksanakan adalah tidak lain untuk meminta kembali semangat hidup yang telah direnggut.

Para penari-penari cantik menarikkan tarian bajo yaitu Tarian Ngigal sebagai bentuk memberikan dukungan semangat kepada si penderita sakit yang juga berada diatas satu perahu. Bersamaan dengan nyanyian-nyanyian yang terus di lantunkan .

Diakhir prosesi ritual akan diadakan tes kepada si penderita sakit, dan mengadu ayam yang dimana jika ayam sipenderita sakit menang itu berari proses telah berjalan lancar. Selanjutnya sebagai bentuk kebahagian karena telah terangkat dari sakitnya, si Penderita sakit akan menghamburkan beras.
Salah seorang Ibu-Ibu di Perkampungan Bajo Mola sedang bersampan

Beginilah afternoon hangoutnya.. meet and talks on boat

Bajo Kids

Ibunya Sadar kamera

What a happiest kid life 

Expert in Dive Skill
Putri Marino dan Rikas dari My trip My adventure. 


Tadinya mau lompat tapi karena liat kamera jadi duduk lagi
Senyuman anak suku bajo

Saya dan SC team diatas sampan