3/2/17

Mager Victim

' trying to be more productive on blogging

Mager itu singkatan dari kata Malas Gerak, Sebagaimana trend anak muda jaman sekarang yang dikit-dikit 'mager'. Karena berbagai macam alasan, salah satu dan paling banyak alasannya adalah karena sedang mantengin sosial media. Bukan berarti aku bukan termasuk kalangan generasi mager jaman sekarang, tetapi melalui tulisan ini semoga bisa menyadarkan kita semua (terutama aku sendiri) untuk tidak di perbudak rasa malas.
Malas ini sebenarnya sebuah penyakit mental, Siapapun makhluk yang bernafas pasti pernah diliputi rasa Mager.
Salah satu pendapat dari Edy Zaqeus bahwasanya,

"Rasa malas dapat diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan, masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban dll."

Mager membuat seseorang menjadi kurang produktif, contoh simplenya move on dari kasur saat bangun pagi. Aku pun menyadari mager untuk yang satu itu sangat sulit untuk dilawan.  Tapi bahayanya sifat mager ini kalau tidak diubah bisa menjadi sebuah penyakit kronis, karena menjadi kebiasaan. Di era ini kita dimanjakan dengan fasilitas akses kemudahan yang serba instan, mager masak bisa delivery, mager ke perpus kerja tugas bisa tinggal copy-paste internet. Semua fasilitas itu yang mendorong kita berperilaku mager. Seseorang menjadi mager karena disebabkan tidak adanya motivasi yang kuat setiap kali akan memulai mengerjakan sesuatu, oleh karena itu perlu bagi para generasi mager untuk mengatasi penyakit tersebut.
Caranya adalah dengan membiasakan diri bersikap rajin dan semangat, selain itu sosial media juga menjadi masalah utama, bayangkan waktu yang dihabiskan untuk mengecheck timeline  dalam waktu sehari saja. Dan bagaimana jika waktu yang berharga tersebut digunakan untuk melakukan sesuatu yang lebih produktif seperti mempelajari suatu hal yang baru, berolahraga atau berinovasi mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.  Padahal, sebenarnya dari seluruh waktu dalam 24 jam manusia dituntut setidaknya 16 jam untuk aktif, termasuk melakukan olahraga. Baru sisanya yakni 8 jam untuk tidak bergerak pada saat tidur. Jadi untuk mendapatkan hidup sehat kita dituntut untuk memiliki waktu bergerak lebih banyak dibanding berdiam diri.

Sifat mager ini tentunya seperti wabah yang sangat bahaya yang memakan banyak korban terutama remaja, kalangan pelajar sampai mahasiswa. Karena mager seorang mahasiswa sampai menunda-nunda mengerjakan skripsinya, kasus yang sama dengan pelajar yang mager dari kasur sampai telat datang kesekolah. Karena mager, seorang anak membantah orang tuanya ketika disuruh mengerjakan sesuatu, seorang karyawan mager mengerjakan tugas dari atasan hingga pekerjaannya menumpuk, membuatnya jadi harus extra kerja keras, hingga jatuh sakit . seorang istri karena mager memasak dan mengurus rumah sampai suami dan anaknya tidak makan dan terurus dengan baik dan kurang mendapatkan perhatian seutuhnya. Sekali lagi mager victim ini sudah banyak sekali dan terus bertambah.

Ayo gunakan waktu sebaik-baiknya dengan lebih produktif,buat segalanya lebih terorganisir dengan membuat 'to-do list', Jika ingin mager ingat kembali akan berimbas kepada siapakah efeknya, jika hal itu dapat merugikan orang lain, jangan sampai malas menguasai diri dan jika itu merugikan diri kita sendiri, maka keputusan ada ditangan kita, maukah kita membuat waktu berharga yang tidak bisa diulang kembali?  Mager juga bisa mengancam cita-cita.  kalau mau mager cukup di hari minggu saja yang dijuliki sebagai hari mager sedunia :D selebihnya Let's make a move !!

"Jadi, guys... Tulisan ini sebenarnya adalah permulaan dari #writingproject #10harimenuliscerita bukan dalam kompetisi apa-apa sih, tapi sebagai motivasi untuk tidak menjadi Mager Victim dan mengasah kemampuan menulis saja. bagi teman-teman yang mau ikutan, let's write something !! #StopMager"

No comments: