"Mengapa cinta tak harus sesederhana kenyataan bahwa embun saja tak perlu warna untuk daun cintai. tapi, mengapa aku harus sempurna dulu untuk dapat di sayangi?"
Kenapa hayooo? :D
Wetss.. Aku nggak lagi nge-gombal loh ya? kata-katanya nemu di wattpad. A typicall teen romance fiction.
Kata-katanya membuatku berfikir,
"nah loh, kalau dia cinta kenapa dia butuh 'sempurna' darimu? bukankah cinta itu ketika kita bisa menyayangi dengan setulusnya, tidak melihat imperfection dari yang dia cintai?"
Cinta ini bisa ke lawan jenis, bisa juga ke ibu-bapak, teman, saudara.. Cinta yang benar sejatinya adalah cinta Seorang ibu kepada anaknya. apa dia pernah bilang kamu harus sempurna dulu untuk jadi anakku, baru aku mau ngelahirin kamu, mau ngebesarin kamu?
Cinta ke lawan jenis pun begitu, ketika kamu mengharapkan dia mencintaimu karena sempurnamu, lantas yang dia cintai sesungguhnya bukan Dirimu tapi sempurnamu. ngerti nggak sih? Well.. lagian Nobodys perfect kan jadi kalau kamu mau menunggu dicintai yasudah sampai kakek nenek juga nggak bakalan dicintai sama orang itu. so move on!!
Wait.. Do I sounds like a Love Advisor?
LoL!! I know my love life is never been perfect. Aduh.. Stop menggunakan kata perfect!! Sempurna milik Allah semata.
Tapi kadang juga nih yah yang aku lihat, Orang menggunakan kalimat 'Nobodys perfect' untuk meng-cover kesalahannya. Kalau kesalahan yang pertama sih fine. tapi kalau kesalahannya masih terulang 2-3 kali dan dia masih bilang nggak ada orang yang sempurna! yaudah.. dari pada meng-kambing hitamkan hakikat manusia yang tidak sempurna, kenapa tidak belajar sampai salah yang membuatmu merasa tidak sempurna itu tertutupi. Yang membuat seseorang merasa dirinya tidak sempurna adalah karena belum merasa puas atas apa yang dia miliki, their body, their skill, their material. it could be from anything. Karena hakikat manusia memang sebagai makhluk yang tidak pernah puas.
Btw, sudah berapa kali yah aku ngomong hakikat dari tadi? :D tapi yah memang, manusia selalu memikirkan negatif dari hakikatnya. kenapa tidak hakikat atas penciptaannya sebagai makhluk yang paling sepurna dari hewan dan tumbuhan. hakikat manusia sebagai makhluk yang memiliki otak untuk terus mengasah kemampuannya. jadi yahh... kenapa harus memikirkan hal negatif dari suatu kepastian! masih ada banyak hal positive yang tidak terlihat tapi selalu kita rasakan. hanya saja belum menyadari hal itu.
No comments:
Post a Comment