Sejumput aksara untuk
tuan yang di pojok
Tiada maksud dinda perangai jauh
Masih dalam batas menyampai aksara yang tercekat
Tak mampu berucap sepetik kata untuk tuan secara langsung
Hanya secarik puisi yang tertuang karena sukma merindu
Apa gerangan yang buat dinda jatuh sejatuhnya gadis muda
mencinta
Bukan maksud hati melangkah jauh
Mengharap tuan berbalik jua pun tak sampai kesana
Sejumput aksara untuk
tuan yang di pojok
Ada yang berdebar disaat melihat tuan tersenyum,
Meski bukan senyum untuk dinda
Ada ribuan kupu-kupu menggelitik perut
Manakala tanpa sengaja bertemu pandang dengan tuan
Apa yang tuan telah perbuat kepada Dinda?
Hingga Dinda meringkuk jadi tawanan rasa disebut Cinta
Sejumput aksara untuk
tuan yang di pojok
Tuan masih sibuk membaca buku bersampul biru ditangan
Ah,,Dinda iri sekali
pada buku itu
Tuan menggenggam nya begitu erat, menatapnya begitu intens
Sesekali tuan mengangguk seolah memahami hal baru dari buku
itu
Tampak sekali tuan pemikir berat dari sampul buku bahasa
rumit
Sejumput aksara untuk
tuan yang di pojok
Iniliah sejumput
aksara yang tak akan pernah tuan baca
Wanci, 3 September 2016
No comments:
Post a Comment