2/3/18

Trois

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Tiada maksud dinda perangai jauh
Masih dalam batas menyampai aksara yang tercekat
Tak mampu berucap sepetik kata untuk tuan secara langsung
Hanya secarik puisi yang tertuang karena sukma merindu
Apa gerangan yang buat dinda jatuh sejatuhnya gadis muda mencinta
Bukan maksud hati melangkah jauh
Mengharap tuan berbalik jua pun tak sampai kesana

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Ada yang berdebar disaat melihat tuan tersenyum,
Meski bukan senyum untuk dinda
Ada ribuan kupu-kupu menggelitik perut
Manakala tanpa sengaja bertemu pandang dengan tuan
Apa yang tuan telah perbuat kepada Dinda?
Hingga Dinda meringkuk jadi tawanan rasa disebut Cinta

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Tuan masih sibuk membaca buku bersampul biru ditangan
 Ah,,Dinda iri sekali pada buku itu
Tuan menggenggam nya begitu erat, menatapnya begitu intens
Sesekali tuan mengangguk seolah memahami hal baru dari buku itu
Tampak sekali tuan pemikir berat dari sampul buku bahasa rumit

Sejumput aksara untuk tuan yang di pojok
Iniliah sejumput aksara yang tak akan pernah tuan baca


Wanci, 3 September 2016

No comments: