9/30/16

Tradisi adat Hewale-Walea di Desa Liya Togo


Sepertinya sudah lama sekali tidak menyapa dengan kisah baru, Beberapa minggu kemarin sedang banyak event, Yailah.. sok sibuk. Tapi memang sih, sekarang saya sedang melaksanakan Program Magang di Kantor Swisscontact Wisata II Wakatobi, Asik donk yah.. Magangnya di salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, lah iaa..  Selama program magang, Saya memegang Community Based Tourism atau Desa Wisata.

Berbicara tentang Desa Wisata, Di Wakatobi ada 3 Desa Wisata, Desa Wisata Liya Togo di Wangi-Wangi , Desa Wisata Limbo Langge di Kaledupa  dan Desa Wisata Kulati di Tomia timur.
Sebelumnya Saya sudah pernah menceritakan di blog ini tentang betapa indahnya pemandangan di Tomia, salah satunya di Desa Kulati.

Kali ini Saya ingin mengajak Readers untuk mengunjungi Desa Wisata Liya Togo, beruntung sekali saat itu Saya dihubungi oleh Bu mursidah, sebagi ketua Keppo Oli (Kelompok Pariwisata Liya Togo) kalau sedang ada acara adat tradisional yaitu, Hewale-walea.

Hewale-walea  Merupakan sebuah prosesi adat berupa selamatan sekaligus tolak bala untuk bayi yang baru di lahirkan. Tradisi ini mengharuskan Ibu dan anak tersebut untuk mengikuti rentetan kegiatan berkaitan dengan prosesi Hewale-walea ini. Sang Ibu akan menggunakan 'tetandu' di kepalanya yang berasal dari daun sirih yang digulung. Uniknya, Ibu-ibu lainnya menggunakan sarung menutupi kepala dan berjalan di belakangnya ( seperti bermain ular naga panjang, permainan waktu kecil), sementara ibu-ibu yang lain (yang diluar barisan)mengikuti dan mencoba meneriakkan sekeras mungkin ketelinga mereka 'tongka bongo' yang berarti jangan sampai tuli, nah padahal kalau diteriakkin itu sama aja bikin tuli, ye gak ? hehe tapi memang begitulah adat mereka.

Unikmya lagi nih, adat ini telah berlangsung turun temurun dan salah satu tradisi yang wajib bagi Masyarakat Desa Liya untuk dilakukan, meskipun menikah dengan orang luar dan pindah ke tempat lain, selama anak tersebut berdarah liya, Tradisi Hewale-walea ini tetap wajib untuk dilaksanan, mereka mempercayai bahwasanya jika tidak mengikuti adat anak yang dilahirkan akan mudah sakit dan sulit untuk belajar jalan seperti anak normal lainnya. Dan memang terbukti, sehingga mereka tetap menjunjung adat warisan leluhur mereka.  Namun, Readers Tradisi  ini hanya berlaku buat ibu yang baru melahirkan anak pertama dan baru menikah sekali, jadi tergolong langka pelaksanakan juga.

Disini ada beberapa gambar yang Saya ambil saat proses adat Hewale-walea berlangsung.
Perlengkapan adat

adik shafira rewel ikut rentetan kegiatan adat

Suka suasananya, tradisional dan sederhana sekali

Memasang tetandu sebelum jalan berputar
Jalan berputar rumah

Kenapa hanya foto2, ambil ini. bungkus bawa pulang! Kata bapaknya


Beberapa rentetan kegiatan adat


Shafira dan Bapaknya

Shafira Wa Ode

tapi akhirnya senang-senang aja pas di foto



No comments: