![]() |
| Satu Nusa Satu Bangsa, Satu Bahasa kita. |
Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan
dan budaya adalah hal yang tidak statis namun dinamis. Budaya dapat saja
mengalami perubahan karena faktor dari luar sehingga terjadi akulturasi budaya.
Perubahan ini disebabkan oleh ketidaksiapan untuk menghadapi dunia luar
sehingga terjadi penyesuaian yang kemudian merubah pola budaya yang ada sesuai
dengan lingkungan sekitar.
Bahasa Indonesia sebenarnya mampu
membangun elastisitas dengan adanya kategori bahasa formal yang digunakan pada
kondisi maupun lawan bicara tertentu dan Bahasa Indonesia informal yang tetap
santun untuk diterapkan pada kebutuhan komunikasi sehari-hari tanpa membangun
kekakuan dalam percakapan biasa. Sedangkan fenomena jaman sekarang, Bahasa asing
sering di identikkan sebagai bentuk komunikasi yang melambangkan intelektual
dari sang pembicara, sehingga muncul istilah ‘sok kebarat-baratan’ yaitu
menggunakan dominasi bahasa asing terutama bahasa Inggris dalam bentuk
percakapan baik melalui komunikasi lisan maupun melalui berbagai media.
Realita jaman sekarang Ibu-ibu merasa
bangga apabila anaknya menguasai bahasa asing dengan menyekolahkannya di
sekolah internasional. Tanpa merasa khawatir apabila anaknya buruk dalam
penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Berikut kurikulum di sekolah yang lebih
spesifik dalam mempelajari bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia yang
cenderung mempelajari hal umum saja.
Mempelajari bahasa asing memang
penting sebagai bekal menjawab kebutuhan jaman yang terus berkembang. Sehingga,
menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris adalah keharusan untuk
menghadapi globalisasi agar bisa berkembang dan tidak hanya berjalan di tempat,
Karena dengan menguasai bahasa asing juga dapat mempengaruhi proses komunikasi jadi
lebih luas, sehingga wawasan pun akan lebih terbuka dan pastinya menjadi modal
besar melangkah dalam era dunia teknologi yang kian bergerak maju.
Namun hal ini tidak berarti bahwa kita
tidak perlu peduli dengan bahasa sendiri. Karena justru dengan memahami bahasa
lain akan semakin mudah bagi penutur bahasa Indonesia untuk memperkenalkan
bahasanya kepada dunia. Dengan melontarkan komunikasi bahasa yang baik dan
dapat di mengerti maka akan memberikan
timbal balik pemahaman yang lebih baik pula.
Selain itu dulu pada masa jabatan Almarhum Presiden Soeharto di istana
kepresidenan selalu tegas beliau menekankan
disetiap pidatonya bahwa “Pembentukan bahasa
Indonesia adalah tanggung jawab nasional karena bahasa yang baik berkaitan erat
dengan pembangunan bangsa yang juga baik”. Saya sangat setuju dengan apa yang beliau
utarakan, namun melihat realita penggunaan bahasa Indonesia dewasa ini
memunculkan kesadaran bahwa apakah pembangunan bangsa saat ini masih tergolong
baik? Seperti opini Almarhum Bapak Presiden Soeharto.
Berikut pula kaitanya dengan masalah bahasa
Indonesia yang dewasa ini mulai melenceng dari tata krama dengan semakin
maraknya penggunaan bahasa informal maupun prokem yang terkesan kasar. Beberapa
penyebabnya adalah karena lingkungan masyarakat, tontonan sehari-hari yang memunculkan
bahasa kotor dan kasar dari sosial media instagram maupun youtube sehingga,
mereka khususnya generasi remaja menganggapnya sebagai hal yang biasa saja.
Padahal bahasa yang kita gunakan bukan hanya sekedar sebagai
alat komunikasi. Melainkan, dengan bahasalah bangsa Indonesia dapat
dipersatukan. Sehingga ada lebih baiknya untuk selalu mengutamakan bahasa
Indonesia dan sesuai dengan tata karma berbahasa yaitu dengan santun. Karena
dengan kebiasaan baik seperti itu dapat pula menularkan hal positif kepada
lawan bicara sehingga penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai tata karma dapat
kembali bangkit dan menjadi entitas bangsa Indonesia.
Masyarakat Indonesia khususnya remaja
perlu lebih mendalami lagi makna dari butir ketiga Sumpah Pemuda 1928 tentang "Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia", Ini adalah salah satu bentuk menghargai jasa leluhur,
para patriotik yang telah rela mengorbankan diri melawan penjajah dengan
kobaran melontarkan motivasi dengan bahasa Indonesia sebagai
pemersatu seluruh bangsa di tanah air Indonesia.
Berikut proses perkembangan untuk
menguatkan bahasa Indonesia menjadi pengikat yang menyatukan bangsa Indonesia
sebagai negara dengan belasan ribu pulau diseluruh penjuru tanah air dengan
suku dan bahasa daerah yang beragam untuk menerima satu bahasa sebagai bahasa
nasional tanpa adanya perdebatan maupun konflik.
Dan sekarang adalah peran penerus
bangsa untuk menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Sehingga, suatu
saat nanti generasi kita berikutnya tetap akan fasih melontarkan percakapan
sehari-hari dalam bahasa Indonesia.
Untuk saat ini bahasa Indonesia masih
terdengar diberbagai penjuru Indonesia, namun bukan berarti suatu saat kosa
kata Bahasa Indonesia yang saat ini kita dengarkan masih akan sama dengan bahasa
bangsa Indonesia saat nanti karena telah terpengaruh campuran dengan bahasa
Inggris atau munculnya berbagai bahasa prokem yang lebih banyak diminati
masyarakat daripada memahami bahasa Indonesia baku karena akan dianggap kuno
bila tidak memahaminya. Dan tidaklah lucu bila suatu saat nanti bangsa
Indonesia asli mengatakan dirinya tak fasih lagi berbahasa Indonesia
Selain pengutamaan Bahasa Indonesia,
masalah serius yang juga tengah dihadapai Bangsa Indonesia. Yaitu, terkait
masalah punahnya beberapa bahasa daerah di Indonesia. Padahal Indonesia
terkenal dengan keberagaman budayanya baik suku, adat tradisional dan bahasa.
Indonesia adalah negara yang kaya,
namun sanggup kah generasi muda untuk terus mempertahankan dan melestarikan
keberagaman tersebut? khususnya bahasa daerah Indonesia yang menurut Badan Bahasa setelah memetakan 646 bahasa daerah, ada sekitar 13 bahasa daerah telah berstatus punah, 9 diantaranya kritis, dan 15 terancam punah.
Sungguh mengejutkan alasan utama
kepunahan tersebut tentu saja karena tidak ada lagi penutur yang
menggunakannya. Ini adalah hal yang serius sebab kepunahan bahasa suatu daerah
dapat di asumsikan sebagai bentuk kepunahan peradaban manusia atau suku yang pernah
menggunakannya.
Untuk melestarikan bahasa daerah
adalah peran generasi muda untuk terus mempertahankan budayanya dengan
mengangkat nilai-nilai kearifan lokal menjaga keberlangsungan bahasa yang
mereka miliki dapat dimulai dengan menimbulkan rasa penasaran untuk terus
mempelajari dan memperluas bahasa daerah yang dimiliki atau dengan membuat
komunitas bahasa daerah di kampus agar tidak kalah dengan komunitas bahasa
asing yang tersebar hampir di setiap kelembagaan pendidikan kemudian tetap
mengutamakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan menghadapi
tantangan global dengan penguasaan bahasa asing sebagai bekal komunikasi dan
membangun jaringan yang lebih luas.

No comments:
Post a Comment